Lanjutkan ke bagian berikutnya untuk mengakses hasil yang disarankan

    Seorang ayah menyewakan tempat yang lebih aksesibel

    Seorang HosTeladan yang putranya harus menggunakan kursi roda memikat tamu disabilitas
    Oleh Airbnb pada 24 Agu 2021
    Bacaan 2 menit
    Diperbarui 24 Agu 2021

    Poin utama

    • Memiliki putra yang harus menggunakan kursi roda telah menunjukkan kepada sang ayah betapa rumitnya bagi sebagian orang untuk melakukan perjalanan

    • Semangatnya untuk menjadikan perjalanan lebih aksesibel memberinya motivasi untuk menyewakan bungalo pedesaan miliknya

    • Pemilik properti di London beranggapan kegiatan menerima tamu mudah disesuaikan dengan jadwalnya yang sibuk

    Ketika berusia 9 bulan, putra mereka Harri didiagnosis mengidap cerebral palsy. Alpesh dan istrinya kemudian membeli kursi roda dan secara cermat menambahkan berbagai perlengkapan di rumah mereka di London agar lebih mudah diakses oleh Harri.

    Sepuluh tahun kemudian, Harri masih menghadapi rintangan fisik, dari pintu depan sekolahnya hingga ke undakan besar di depan tukang cukur setempat. Beruntung rumah mereka di London dan rumah liburan yang mereka beli di pedesaan Norfolk yang berjarak tempuh dua jam, menyediakan tempat yang lebih aksesibel bagi kebutuhannya.

    Bahkan, keinginannya untuk turut membantu menjadikan perjalanan lebih aksesibel memotivasi Alpesh untuk mencoba menerima tamu beberapa tahun yang lalu. Mereka menyewakan rumah keduanya ketika sedang tidak digunakan, yang kemudian membantu mereka membiayai pemeliharaan rumah tersebut.

    Belajar sambil menjalankannya

    Sebagai pemilik rumah dan ayah dari tiga anak, Alpesh awalnya tidak yakin dia punya waktu untuk menambahkan kegiatan menerima tamu ke jadwalnya yang sudah padat. Tapi dia ingin orang lain bisa menikmati tempat liburan tenang miliknya.

    Saat itu Alpesh belum pernah mencoba Airbnb sebagai tamu atau Tuan Rumah, namun ia yakin bisa belajar sambil menjalankannya. “Sangat menyenangkan bisa berbagi tempat yang memiliki fitur aksesibilitas di Airbnb—yang saya sebut harta karun kecil kami yang tersembunyi. Kami sungguh menyukainya, dan kami membuatnya bisa diakses berbagai level. Jadi kami pikir, mengapa tidak membaginya dengan orang lain?”

    Alpesh mendapati bahwa proses mengiklankan bungalo empat kamar tidur miliknya dan mempersiapkan tempat untuk tamu pertamanya cukup ringkas—seorang tetangga juga membantu proses pembersihan dan check-in, sehingga meminimalkan waktu yang harus ia habiskan untuk setiap pemesanan.

    Mendesain tempat untuk kebutuhan aksesibilitas—dalam dan luar

    Penginapan Norfolk satu lantai milik Alpesh dilengkapi berbagai fitur aksesibilitas: akses yang rata (tidak bertingkat) yang cukup terang ke dalam dan ke seluruh tempat, area parkir kendaraan yang aksesibel, tempat tidur medis dengan kasur yang mudah dibersihkan, dan alat pengangkat portabel untuk akses ke toilet.

    Alpesh terutama sangat menyukai taman rumahnya yang bisa dinikmati bersama Harri dan juga dapat mengakomodasi berbagai tipe tamu. Jalur rata/tidak bertingkat yang mulus dan agak melingkar menghubungkan dapur dengan bak mandi air panas untuk enam orang dan dek dengan pemandangan pedesaan yang luas.

    “Pemandangan dari taman benar-benar menakjubkan,” kata Alpesh. “Ketika saya pergi ke sana sebelum tamu datang, saya menghabiskan sebagian besar waktu di taman.”

    Menambahkan nilai pada perjalanan

    Alpesh memahami bahwa fitur aksesibilitas membantu membuat perjalanan menjadi mungkin bagi lebih banyak orang—dan sangat masuk akal bagi tuan rumah untuk menyewakan rumahnya ketika mereka bepergian.

    “Karena saya tidak selalu bisa membagikan rumah saya dengan keluarga setiap saat, saya senang bisa membagikannya dengan orang lain,” kata Alpesh. “Saya mendapatkan kepuasan yang sama seperti saat keluarga saya berada di sana.”

    Dia berencana memanfaatkan kegiatan menerima tamu sebagai sarana untuk membeli rumah lain di pedesaan dengan fitur aksesibilitas yang sesuai dengan kebutuhan Harri. Mereka bahkan mungkin akan pindah ke sana secara permanen.

    “Itulah ide berikutnya,” kata Alpesh. “Kami akan mencoba mencari di suatu tempat, mungkin lahan dan mungkin gudang besar, lalu merenovasinya—dan mungkin menyewakannya di Airbnb sampai saya bisa meyakinkan keluarga saya untuk pindah dari London.”

    Siap mempelajari lebih lanjut?
    Coba menerima tamu

    Poin utama

    • Memiliki putra yang harus menggunakan kursi roda telah menunjukkan kepada sang ayah betapa rumitnya bagi sebagian orang untuk melakukan perjalanan

    • Semangatnya untuk menjadikan perjalanan lebih aksesibel memberinya motivasi untuk menyewakan bungalo pedesaan miliknya

    • Pemilik properti di London beranggapan kegiatan menerima tamu mudah disesuaikan dengan jadwalnya yang sibuk

    Airbnb
    24 Agu 2021
    Apakah ini membantu?