Lewatkan, langsung lihat konten
Lanjutkan ke bagian berikutnya untuk mengakses hasil yang disarankan
    Tuan rumah yang penuh petualangan menyatukan para pengusaha di hostel
    Konten ini tidak tersedia dalam bahasa yang Anda pilih sehingga kami menyediakannya dalam bahasa yang paling mendekati yang ada saat ini.

    Tuan rumah yang penuh petualangan menyatukan para pengusaha di hostel

    Tribe Theory menawarkan kesempatan kepada para profesional untuk terhubung saat bepergian.
    Oleh Airbnb pada 2 Apr 2019
    Bacaan 3 menit
    Diperbarui 28 Okt 2020

    Poin utama

    • Tribe Theory menawarkan kesempatan kepada para pengusaha untuk terhubung saat bepergian

    • Perusahaan ini menarik perhatian tamu dengan menyoroti keunikan properti mereka di Airbnb

    • Lokasi Singapura ini memiliki loteng di lantai tiga yang menyediakan ruang kerja yang memadai

    Vikram Bharati banyak dipandang sebelah mata ketika mulai mengajukan rencananya: pusat berjejaring untuk pengusaha milenial di dalam hostel di jantung Singapura. Dia membayangkan sebuah lokasi tempat para pengembara digital dan wisatawan bisnis bisa mengeluarkan ide-ide untuk perusahaan baru.

    "Misi kami adalah menghubungkan, menginspirasi, memberdayakan para pengusaha dunia," ungkap mantan wakil presiden JP Morgan berusia 38 tahun dari Tribe Theory Venture Hostel. "Kami bukan sekadar tempat yang menawarkan lokasi sosial terjangkau kepada orang-orang."

    Tapi ada hambatan. Agen perjalanan online konvensional, atau OTA, yang menjadi sumber sebagian besar pemesanannya, cenderung mengantarkan wisatawan biasa dengan anggaran terbatas—seperti backpacker berusia 19 tahun yang mengisi waktu liburan—bukan pekerja dengan pengetahuan wirausaha yang dia targetkan. Sebaliknya, tamu yang datang dari Airbnb sangat memenuhi kriteria yang ia sasar, namun hanya sebagian kecil dari total tamu yang ia dapatkan.

    "Orang-orang yang datang melalui Airbnb adalah 100% target audiensi kami," ujar Vikram. Mereka dapat bekerja dari jarak jauh, tahu cara menggunakan teknologi, terbiasa bepergian, dan suka petualangan. Mereka paham bahwa Tribe Theory, yang telah berkembang ke lokasi-lokasi lain di Asia, adalah tentang inovasi. "Setiap tamu Airbnb datang dengan mengetahui bahwa tempat ini adalah tempat untuk melakukannya," ujarnya.

    Tidak butuh waktu lama bagi Vikram untuk mengidentifikasi faktor besar di balik profil tamu yang berbeda. Halaman iklan yang mendetail di Airbnb memungkinkan Vikram memamerkan keunikan Tribe Theory kepada calon tamu. Itu penting, karena properti Tribe Theory bukanlah hostel biasa.

    Lokasi Tribe Theory di Singapura memiliki tiga kamar bergaya asrama, masing-masing dengan 10 "pod" atau bilik yang dilengkapi dengan kasur, tirai untuk privasi, dan pencahayaan sendiri. Loteng lantai tiga menyediakan ruang kerja yang memadai dan patio belakang yang besar dapat digunakan untuk acara memperluas jejaring dan pesta peluncuran. Sebuah perusahaan modal ventura yang berinvestasi pada Tribe Theory menerima proposal bisnis dari tamu. Visi Vikram adalah menawarkan ini dan layanan lainnya untuk perusahaan rintisan di setiap hostel Tribe Theory.

    Halaman iklannya mendeskripsikan secara mendetail mengenai bagaimana "DNA jiwa kewirausahaan" tertanam dalam "setiap batu bata dan lantai" hostel itu. Agen perjalanan online konvensional tidak memungkinkan untuk melakukannya, sehingga tamu yang mendaftar melalui agen perjalanan tersebut cenderung mengharapkan pengalaman hostel yang lebih tradisional.

    Jadi, Vikram mulai memindahkan lebih banyak tempatnya ke Airbnb. Ia berupaya menghubungkan perangkat lunak manajemen properti yang ia gunakan untuk situs lain ke Airbnb. Perangkat lunak baru ini, beserta fitur baru yang dirancang khusus oleh Airbnb untuk mendukung hotel, memungkinkannya mengelola semua tempat tidur dari satu tempat.

    “Orang-orang yang datang melalui Airbnb adalah 100% target audiensi kami. ”
    Vikram

    Tribe Theory tidak lagi membutuhkan 10 iklan terpisah di Airbnb untuk masing-masing dari 10 tempat tidur di salah satu kamarnya, dan stafnya tidak lagi harus memastikan harga dan ketersediaan inventaris di Airbnb sesuai dengan apa yang dipublikasikan di tempat lain. "Semuanya sinkron sepenuhnya," ujar Vikram. “Produktivitas anggota tim kami meningkat karena kami menghabiskan lebih sedikit waktu untuk mengalokasikan tempat tidur secara manual.”

    Dalam setahun terakhir, Vikram telah meningkatkan inventaris tempatnya sebanyak lebih dari tiga kali lipat di Airbnb. Dia sekarang melakukan hal yang sama untuk beberapa hostel lainnya yang baru ia luncurkan, termasuk di Bali dan Bangalore. Pada akhir tahun ini, ia merencanakan Tribe Theory akan beroperasi di 10 negara—dengan dua atau lebih hostel dalam beberapa tahun mendatang.

    "Saya berharap untuk benar-benar mengembangkan dan menjual lebih banyak inventaris di Airbnb karena tipe tamu yang datang dari Airbnb adalah tipe tamu yang tepat untuk kami," ungkap Vikram. "Mereka lebih paham teknologi, dan mereka mencari sesuatu yang berbeda dari yang tersedia di agen perjalanan online lainnya."

    Tertarik untuk menerima tamu profesional di Airbnb?
    Pelajari lebih lanjut

    Informasi yang dimuat dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak diterbitkan.

    Poin utama

    • Tribe Theory menawarkan kesempatan kepada para pengusaha untuk terhubung saat bepergian

    • Perusahaan ini menarik perhatian tamu dengan menyoroti keunikan properti mereka di Airbnb

    • Lokasi Singapura ini memiliki loteng di lantai tiga yang menyediakan ruang kerja yang memadai

    Airbnb
    2 Apr 2019
    Apakah ini membantu?