Lewatkan, langsung lihat konten
Lanjutkan ke bagian berikutnya untuk mengakses hasil yang disarankan
    Di B&B Miami yang bersejarah, pasangan ini menggunakan Airbnb untuk terhubung dengan tamu

    Di B&B Miami yang bersejarah, pasangan ini menggunakan Airbnb untuk terhubung dengan tamu

    Perangkat menerima tamu profesional Airbnb membantu membangun bisnis mereka.
    Oleh Airbnb pada 31 Okt 2019
    Bacaan 4 menit
    Diperbarui 27 Okt 2020

    Poin utama

    • Pasangan ini menjalankan properti penyewaan yang sukses di Airbnb sembari mengembangkan karier yang maju pesat di bidang gastronomi

    • Bangunan mereka yang terdiri dari 22 kamar dibuka pada tahun 2018, dan segera sangat diminati para tamu Airbnb

    • Lebih dari sepertiga tamu mereka didapatkan dari Airbnb, dan jumlahnya terus meningkat

    Begitu Jamila dan Akino memasuki hotel terbengkalai di lingkungan tinggal Overtown di Miami beberapa tahun lalu, mereka tahu bahwa mereka menemukan apa yang mereka cari. Jamila ingat berkata kepada Akino, "Inilah tempatnya". "Tempat itu memiliki begitu banyak potensi."

    Pasangan tersebut bertemu beberapa tahun sebelumnya saat belajar di Johnson & Wales University, Miami. Mereka menjadi terkenal di industri kuliner lokal dan sempat tinggal di Eropa, ketika Akino bekerja di sebuah restoran terkenal di Kopenhagen, dan Jamila melakukan perjalanan ke Timur Tengah untuk membantu membuka beberapa restoran baru di Kuwait dan Dubai. Setelah kembali ke Amerika Serikat, Jamila mengelola sejumlah penyewaan Airbnb di Fort Lauderdale sebagai usaha sampingan. Keduanya mempertimbangkan untuk memasuki industri penginapan, dan Jamila ingin mengetahui bagaimana mereka bisa membangun bisnis sebagai tuan rumah.

    Pasangan itu mulai menyadari bahwa mereka memiliki tujuan kewirausahaan yang sama, dan keahlian mereka berpadu dengan sangat apik: Jamila cenderung berfokus pada gambaran besar, sementara Akino suka berfokus pada detail keseharian. Ketika tinggal di kawasan Buena Vista di Miami, mereka membeli properti tak jauh dari sana. Mereka mengiklankannya di Airbnb, karena mereka tahu akan mendapatkan jangkauan yang luas. Kesuksesan mereka dengan properti itu membuat mereka yakin bisa menyediakan kebutuhan sehari-hari tamu, dan akhirnya mengarahkan ke ide bisnis baru: hotel butik yang memungkinkan mereka memadukan pengalaman masing-masing yaitu usaha penginapan dan kuliner di satu tempat.

    Sejarah yang terlalu bagus untuk dilewatkan

    Dan sekarang mereka telah tiba di jenis properti yang mereka impikan. Tempat ini tampak sempurna untuk menjalankan restoran dan memanfaatkan pengalaman menerima tamu mereka, sembari merangkul sejarah salah satu lingkungan tinggal yang paling penting di Miami.

    Bangunan ini, yang pernah dikenal sebagai Demetree Hotel, dimiliki oleh pengusaha kontroversial Jimmy Demetree, yang "seperti Robin Hood" di lingkungan tinggal Afrika-Amerika Overtown, kata Jamila. Hotel ini dibangun pada tahun 1940-an dan sering menerima musisi terkenal yang singgah di lingkungan tinggal ini. Jamila dan Akino menyadari bahwa tempat ini akan menjadi tempat sempurna untuk bed and breakfast yang memungkinkan Akino memamerkan keterampilan memasaknya dan memikat tamu yang ingin merasakan langsung pengalaman sejarah Miami di Airbnb.

    Memadukan tradisi dengan kemodernan

    Pasangan ini membeli properti tersebut dan memperbaruinya, berupaya mempertahankan karakter asli semaksimal mungkin, sambil memberi nuansa modern bagi tamu. Ketika mereka menggulung karpet di lantai dua, mereka menemukan kayu keras yang indah yang "sangat menggambarkan keaslian bangunan ini," ungkap Jamila. Mereka berhasil memulihkan meja resepsionis asli hotel, dan mengubah lemari tua menjadi tempat menyajikan minuman panas di lobi. Selain itu, mereka membuat galeri lobi dan bekerja sama dengan seniman Afrika-Amerika—banyak dari mereka adalah warga lokal Miami—untuk menampilkan karya mereka, yang diubah setiap tiga bulan, dan beberapa karya tersebut juga tersedia untuk dibeli.

    "Anda tidak mungkin berada di ruangan ini tanpa menyadari bahwa ada kisah di baliknya," ungkap Jamila. "Saya pikir ini tidak hanya memamerkan keaslian lingkungan tinggal ini, tetapi juga perhatian dan rasa cinta yang telah saya dan Akino curahkan untuk tempat ini."

    Makanan bernilai seni yang membantu mengembangkan komunitas

    Bed & Breakfast The Copper Door dibuka secara resmi pada musim panas 2018 dengan 22 kamar yang nyaman yang sebagian menawarkan pemandangan kota. Waktu pembukaannya sangat ideal, karena bertepatan dengan kebangkitan lingkungan tinggal Overtown. Properti ini, yang tetap menjadi satu-satunya hotel butik di daerah ini, terletak di dekat Sungai Miami dan berada di dekat sejumlah restoran yang bisa dicapai dengan berjalan kaki. Tempat ini juga dekat dengan pusat kota dan South Beach, serta stasiun kereta api terdekat. "Pengalaman ini sangat unik," kata Jamila. "Tempat ini seperti kombinasi rumah nenek, B&B gaya Savannah, namun di tempat yang meriah dan kaya budaya seperti Miami ini."

    Sarapan yang disediakan Akino, yang mencakup aneka jenis telur Benedict, roti lapis porcheta dan telur, serta hidangan lezat lainnya, merupakan salah satu sorotan istimewa di The Copper Door. "Akino adalah koki kelas atas," ujar Jamila. "Jadi sarapan yang elegan tersaji untuk Anda di pagi hari, bahkan ketika Anda belum sempat menyeruput kopi. Anda akan sangat terkesan begitu piring diletakkan di hadapan Anda."

    Anda tidak mungkin berada di ruangan ini tanpa menyadari bahwa ada kisah di baliknya.
    Jamila, Copper Door Bed & Breakfast

    Sesi sarapan membantu membangun suasana komunitas di antara tamu. "Ini menjadi kesempatan [bagi tamu] untuk bertukar ide tentang apa yang bisa dilakukan, apa yang telah mereka lakukan, apa yang bagus, apa yang tidak, di mana tempat happy hour terbaik," ujarnya. Waktu makan juga memberi kesempatan baginya dan Akino "untuk ikut serta dan memberi saran," katanya.

    Memperluas jangkauan

    Walau Jamila mengatakan The Copper Door masih perlu dibenahi, bisnisnya berjalan sukses. Dan Airbnb telah menjadi bagian penting dari strategi mereka sejak awal karena merupakan magnet bagi wisatawan yang mencari pengalaman unik seperti yang ditawarkan The Copper Door. Lebih dari sepertiga tamu mereka didapatkan dari Airbnb. Jamila memperkirakan angka itu akan segera naik menjadi setengahnya, karena paparan dan ulasan positif yang berkelanjutan menciptakan momentum tersendiri, dan karena pasangan tersebut makin memanfaatkan perangkat menerima tamu profesional Airbnb. Misalnya, mereka menggunakan platform Airbnb untuk mengirimkan pesan kepada tamu setelah check-in guna menanyakan apakah mereka membutuhkan sesuatu. "Detail seperti itu membuat tamu mengetahui bahwa kami ada untuk mereka," ungkap Jamila. "Hal ini menciptakan pengalaman yang lebih akrab."

    Akino sedang merenovasi kafe di sampingnya dan berencana memperluas sajian sarapannya menjadi restoran lengkap yang akan dibuka untuk umum. Pasangan tersebut juga mencari properti ikonis lainnya di lingkungan tinggal ini karena mereka mempertimbangkan untuk membuka bed and breakfast kedua. Dengan Airbnb yang mendukung kesuksesan mereka, impian kewirausahaan mereka terus berkembang. "Kami benar-benar merasa bahwa impian kami tak terbatas," ungkap Jamila.

    Tertarik untuk menerima tamu secara profesional di Airbnb?
    Pelajari lebih lanjut

    Informasi yang dimuat dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak diterbitkan.

    Poin utama

    • Pasangan ini menjalankan properti penyewaan yang sukses di Airbnb sembari mengembangkan karier yang maju pesat di bidang gastronomi

    • Bangunan mereka yang terdiri dari 22 kamar dibuka pada tahun 2018, dan segera sangat diminati para tamu Airbnb

    • Lebih dari sepertiga tamu mereka didapatkan dari Airbnb, dan jumlahnya terus meningkat

    Airbnb
    31 Okt 2019
    Apakah ini membantu?